Selasa, 16 September 2014

Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok

Tidak ada komentar:



 Pulau Lombok luasnya sepertiga dari luas Pulau Sumbawa. Namun, penduduk Nusa Tenggara Barat yang berjumlah lebih dari tiga juta, dua pertiganya tinggal di Pulau Lombok. Hal ini terjadi karena Pulau Lombok lebih subur dari Pulau Sumbawa. Penduduk Pulau Lombok adalah orang Sasak. Mereka sebagian besar memeluk agama Islam.
pulau lombok
Lombok dan Sasak adalah dua nama yang tidak bisa dipisahkan. Nama Lombok untuk sebutan pulaunya, nama Sasak untuk sebutan suku bangsanya. Lombok berasal dari bahasa Sasak; “lombo,” artinya “lurus”. Sasak sebenarnya berasal dari “sak-sak” yang artinya “perahu bercadik”.

Namun, banyak orang yang salah mengerti. Lombok diartikan “cabe” sehingga ada yang mengartikan pulau Lombok sebagai “pulau pedas”. Padahal cabe dalam bahasa Sasak adalah “sebia” (dibaca “sebie”)
 [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Cerita di bawah ini akan menjelaskan asal usul mengapa disebut Lombok dan Sasak. Nama Lombok dalam berbagai cerita lisan maupun tertulis dalam takepan lontar adalah salah satu nama dari Pulau Lombok. Nama lain yang sering disebut adalah pulau “Meneng” yang berarti “sepi”. Ada yang menyebut “Gumi Sasak”, ada yang menyebut “Gumi (bumi) Selaparang”, sesuai dengan nama salah satu kerajaan yang terkenal di Lombok pada zaman dulu, yaitu kerajaan Selaparang.
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Pulau Lombok sejak zaman kerajaan Majapahit sudah terkenal. Hal ini terbukti dengan disebutnya dalam buku Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca. Negarakertagama ditemukan juga di Lombok.
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Legenda masyarakat Sasak menceritakan bahwa pada zaman dahulu kala, kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Pramudawardhani yang kawin dengan Rakai Pikatan. Konon sang Permaisuri adalah seorang ahli pemerintahan, sedangkan sang suami ahli peperangan. Kekuasaannya ke barat sampai ke Pulau Sumatra, ke timur sampai ke Pulau Flores. Ketika itulah banyak rakyat Mataram pergi berlayar ke arah timur melalui Laut Jawa menggunakan perahu bercadik.
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Tujuan mereka berlayar tidak diketahui secara pasti. Apakah untuk memperluas kekuasaan atau menghindari kerja berat, karena pada saat itu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Kalasan sedang dibangun oleh sang raja.

Demikianlah mereka berlayar lurus ke timur dan mendarat di sebuah pelabuhan. Pelabuhan itu diberi nama Lomboq (lurus), untuk mengenang perjalanan panjang.

Mereka lurus ke timur tersebut. Selanjutnya, Lomboq kini tidak hanya menjadi nama pelabuhan tempat perahu itu mendarat, tetapi juga menjadi nama pulau Lomboq yang kemudian berubah menjadi Lombok. Mereka berlayar menggunakan perahu bercadik yang disebut “sak-sak”, dan jadilah mereka dinamakan orang Sak-Sak Yang berarti orang yang datang menggunakan perahu. Kemudian, mereka membaur dengan penduduk asli. Pada waktu itu, di Pulau Lombok telah ada kerajaan yang disebut kerajaan Kedarao (mungkin sekarang Sembalun dan Sambelia).
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Mereka kemudian mendirikan kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang. Kerajaan Lombok menjadi besar, berkembang dalam lima abad, hingga dikenal di seluruh Nusantara, sebagai pelabuhan yang dikunjungi oleh para pedagang dari Tuban, Gresik, Makasar, Banjarmasin, Ternate, Tidore, bahkan Malaka. Jika datang ke Lombok, orang Malaka membeli beras, tarum, dan kayu sepang.

Kerajaan Lombok kemudian dikalahkan oleh kerajaan Majapahit. Raja dan permaisurinya lari ke gunung dan mendirikan kerajaan baru Yang diberi nama Watuparang yang kemudian terkenal dengan nama kerajaan Selaparang.

Kapan nama Lomboq berubah menjadi Lombok, dan nama Sak-Sak berubah menjadi Sasak tidak diketahui secara pasti. Yang jelas sekarang pulaunya terkenal dengan nama Pulau Lombok dan suku bangsanya terkenal dengan nama suku Sasak. Nama Selaparang Sudah diabadikan menjadi nama sebuah jalan protokol dan nama lapangan terbang di Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat.
Read More

PAKAIAN ADAT KHAS LOMBOK

Tidak ada komentar:
                              


 Budaya lombok memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri contohnya adalah busana atau pakaian adat sasak lombok. Pakaian adat biasanya digunakan saat ada upacara keagamaan atau menyambut hari besar. Secara umum pakaian adat Suku Sasak dibedakan menjadi dua, pakaian adat perempuan dan laki-laki. Pakaian adat Sasak bagi perempuan disebut Lambung. Yaitu baju hitam tanpa lengan dengan kerah berbentuk hurup “V” dan sedikit hiasan di bagian gigir baju. Pakaian ini menggunakan bahan kain pelung. Ditambah selendang yang menjuntai di bahu kanan bercorak ragi genep yang merupakan jenis kain songket khas sasak, sepadu dengan sabuk anteng (ikat pinggang) yang dililitkan dan bagian ujungnya yang berumbai dijuntaikan di pinggang sebelah kiri. Bawahannya memakai kain panjang sampai lutut atau mata kaki dengan bordiran di tepi kain dengan motif kotak-kotak atau segitiga.
pakaian adat sasak lombok
pakaian adat sasak lombok
Sebagai tambahan aksesoris, ditambahkan sepasang gelang dan gelang kaki berbahan perak. Sowang (anting-anting) berbentuk bulat terbuat dari daun lontar. Rambut diikat rapi dan sebagai aksen diselipkan bunga cempaka dan mawar, atau bisa juga disanggul dengan model punjung pliset.
Pakaian adat lambung digunakan gadis-gadis Sasak khusus untuk menyambut tamu dan pembawa woh-wohan dalam upacara mendakin atau nyongkol.
Tidak seperti sekarang, awalnya pakaian adat Lambung tidak disertai dengan baju dalam dan alas kaki. Tetapi beberapa orang masih mempertahankan bentuk lama pakaian ini.
Untuk pakaian adat pria Suku Sasak, dari mulai kepala mengenakan ikat kepala yang disebut capuq atau sapuk, sekilas melihat bentuk sapuk sasak tidak jauh berbeda dengan ikat kepala dari Bali. Sapuk untuk penggunaan sehari-hari selembar kain tenun berbentuk segitiga sama kaki, sedangkan untuk keperluan upacara adat atau ritual khusus biasanya menggunakan sapuk jadi atau perade yang berbahan Songket Benang Mas. Jenis ikatan sapuk yang dipakai adalah Lam Jalallah yang bermakna harapan agar pemakainya selalu mengingat Tuhan Yang Maha Esa.
Kemudian pria Sasak mengunakan pegon sebagai baju. Pegon merupakan variasi dari jas Eropa. Tidak seperti pakaian Sasak lain yang berbahan songket, pegon menggunakan kain biasa berwarna gelap, kemungkinan pegon adalah hasil akulturasi dengan tradisi Jawa. Pegon digunakan khusus untuk upacara-upacara adat dan para bangsawan Suku Sasak. Untuk masyarakat biasa, pria Suku Sasak mengenakan semacam kemeja lengan panjang berbahan kain pelung yang berwarna terang.
Untuk ikat pinggang (leang atau dodot), menggunakan kain songket bermotif Benang Mas sebagai pasangan Pegon pemakaiannya tidak seperti ikat pinggang melainkan lebih berfungsi sebagai aksen, sekilas mirip busana tradisional melayu. Untuk masyarakat biasa, kain songket yang digunakan bermotif ragi genep, penggunaannya dililitkan biasa seperti ikat pinggang pada umumnya.
Leang atau dodot berfungsi untuk menyelipkan keris. Untuk keris yang berukuran besar, biasanya diselipkan di belakang. Sedangkan untuk keris yang berukuran kecil diselipkan di depan. Penggunaan keris tidak mutlak, keris bisa diganti dengan pemaja atau pisau raut.
Sebagai bawahan, pria Sasak menggunakan wiron atau cute. Wiron berbahan batik Jawa dengan motif tulang nangka atau kain pelung hitam. Penggunaannya seperti kain di Jawa atau samping di Sunda yang menjuntai hingga mata kaki. Untuk penggunaan wiron, tidak diperkenankan menggunakan kain polos berwarna merah atau putih.
Sebagai pembeda antara masyarakat biasa dengan pemangku adat, pemangku adat menggunakan Selendang Umbak. berbentuk sabuk yang dibuat dengan ritual khusus dalam keluarga sasak. Warna kain umbak putih merah dan hitam dengan panjang sampai dengan empat meter. Di ujung benang digantungkan uang cina (kepeng bolong).
pakaian adat lombok
pakaian adat lombok wanita

Makna aksesoris pakaian adat lombok sasak sebagai berikut :
Laki - laki :

     Capuq/Sapuk ( batik, palung , songket) makna menggunakan Capuq atau Sapuq merupakan mahkota bagi pemakainya sebagai tanda kejantanan serta menjaga pemikiran dari hal-hal yang kotor dan sebagai lambang penghormatan kepada Tuhan yang maha esa. Jenis dan cara penggunaan sapuq pada pakaian adat sasak tidak dibenarkan meniru cara penggunaan sapuq untuk ritual agama lain.
     Baju Pegon ( warna gelap ) makna menggunakan Baju pegon merupakan sebagai lambang keanggunan dan kesopanan. Modifikasi dilakukan bagian belakang pegon agak terbuka untuk memudahkan penggunaak keris. Bahan yang digunakan sebaiknya berwarna polos tidak dibuat berenda-renda sebagaimana pakaian kesenian.
     Leang / dodot / tampet ( kain songket) makna menggunakan Leang atau dodok bermakna semangat dalam berkarya pengabdian kepada masyarakat.
    -Kain dalam dengan wiron / cute : bahannya dari batik jawa dengan motif tulang nangka atau kain pelung hitam. Dapat juga digunakan pakain tenun dengan motif tapo kemalo dan songket dengan motif serat penginang .Hindari penggunaan kain putih polos dan merah . Wiron / Cute yang ujungnya sampai dengan mata kaki lurus kebumi bermakan sikap tawadduk-rendah hati.
    Kain dalam dengan wiron / cute
    Penggunaan keris disisipkan pada bagian belakang jika bentuknya besar dan bisa juga disisipkan pada bagian depan jika agak kecil. Dalam aturan pengunaan keris sebagai lambang adat muka keris ( lambe/gading) harus menghadap kedepan, jika berbalik bermakna siap beperang atau siaga. Keris bermakna : kesatriaan- keberanian dalam mempertahankan martabat. Belakangan ini karena keris agak langka maka diperbolehkan juga menyelipkan “pemaja” (pisau kecil tajam untuk meraut).
     Pemaja (pisau kecil tajam untuk meraut)
    Selendang Umbak ( khusus untuk para pemangku adat ) adalah sabuk gendongan yang dibuat dengan ritual khusus dalam keluarga sasak. Warna kain umbak putih merah dan hitam dengan panjang sampai dengan empat meter. Dihujung benang digantungkan uang cina ( kepeng bolong). Umbak sebagai pakaian adat hanya digunkan oleh para pemangku adat, pengayom masyarakat. Umbak untuk busana sebagai lambang kasih sayang dan kebijakan.



Perempuan :

    Pangkak
    adalah Mahkota pada wanita berupa hiasan emas berbentuk bunga-bunga yang disusun sedemikian rupa disela-sela konde.
    Tangkong
    adalah Pakaian sebagai lambang keanggunan dapat berupa pakaian kebaya dari bahan dengan warna cerah atau gelap dari jenis kain beludru atau brokat. Dihindari penggunaan model yang memperlihatkan belahan dada dan transparan .
    Tongkak
    adalah Ikat pinggang dari sabuk panjang yang dililitkan menutupi pinggang sebagai lambang kesuburan dan pengabdian - Lempot : Berupa selendang/kain tenun panjang bercorak khas yang disampirkan di pundak kiri. Sebagai lambang kasih sayang.
    Kereng
    adalah Berupa kain tenun songket yang dililitkan dari pinggang sampai mata kaki sebagai lambang kesopanan, dan kesuburan.
     Gendit /Pending berupa rantai perak yang lingkarkan sebagai ikat pinggang, Onggar-onggar ( hiasan berupa bunga-bunga emas yang diselipkan pada konde) jiwang / tindik (anting-anting), Suku /talen/ ketip ( uang emas atau perak yang dibuat bros) kalung dll.
Read More
Tidak ada komentar:
 Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok

 Pulau Lombok luasnya sepertiga dari luas Pulau Sumbawa. Namun, penduduk Nusa Tenggara Barat yang berjumlah lebih dari tiga juta, dua pertiganya tinggal di Pulau Lombok. Hal ini terjadi karena Pulau Lombok lebih subur dari Pulau Sumbawa. Penduduk Pulau Lombok adalah orang Sasak. Mereka sebagian besar memeluk agama Islam.
pulau lombok
Lombok dan Sasak adalah dua nama yang tidak bisa dipisahkan. Nama Lombok untuk sebutan pulaunya, nama Sasak untuk sebutan suku bangsanya. Lombok berasal dari bahasa Sasak; “lombo,” artinya “lurus”. Sasak sebenarnya berasal dari “sak-sak” yang artinya “perahu bercadik”.

Namun, banyak orang yang salah mengerti. Lombok diartikan “cabe” sehingga ada yang mengartikan pulau Lombok sebagai “pulau pedas”. Padahal cabe dalam bahasa Sasak adalah “sebia” (dibaca “sebie”)
 [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Cerita di bawah ini akan menjelaskan asal usul mengapa disebut Lombok dan Sasak. Nama Lombok dalam berbagai cerita lisan maupun tertulis dalam takepan lontar adalah salah satu nama dari Pulau Lombok. Nama lain yang sering disebut adalah pulau “Meneng” yang berarti “sepi”. Ada yang menyebut “Gumi Sasak”, ada yang menyebut “Gumi (bumi) Selaparang”, sesuai dengan nama salah satu kerajaan yang terkenal di Lombok pada zaman dulu, yaitu kerajaan Selaparang.
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Pulau Lombok sejak zaman kerajaan Majapahit sudah terkenal. Hal ini terbukti dengan disebutnya dalam buku Negarakertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca. Negarakertagama ditemukan juga di Lombok.
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Legenda masyarakat Sasak menceritakan bahwa pada zaman dahulu kala, kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah dipimpin oleh seorang raja wanita bernama Pramudawardhani yang kawin dengan Rakai Pikatan. Konon sang Permaisuri adalah seorang ahli pemerintahan, sedangkan sang suami ahli peperangan. Kekuasaannya ke barat sampai ke Pulau Sumatra, ke timur sampai ke Pulau Flores. Ketika itulah banyak rakyat Mataram pergi berlayar ke arah timur melalui Laut Jawa menggunakan perahu bercadik.
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Tujuan mereka berlayar tidak diketahui secara pasti. Apakah untuk memperluas kekuasaan atau menghindari kerja berat, karena pada saat itu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Kalasan sedang dibangun oleh sang raja.

Demikianlah mereka berlayar lurus ke timur dan mendarat di sebuah pelabuhan. Pelabuhan itu diberi nama Lomboq (lurus), untuk mengenang perjalanan panjang.

Mereka lurus ke timur tersebut. Selanjutnya, Lomboq kini tidak hanya menjadi nama pelabuhan tempat perahu itu mendarat, tetapi juga menjadi nama pulau Lomboq yang kemudian berubah menjadi Lombok. Mereka berlayar menggunakan perahu bercadik yang disebut “sak-sak”, dan jadilah mereka dinamakan orang Sak-Sak Yang berarti orang yang datang menggunakan perahu. Kemudian, mereka membaur dengan penduduk asli. Pada waktu itu, di Pulau Lombok telah ada kerajaan yang disebut kerajaan Kedarao (mungkin sekarang Sembalun dan Sambelia).
  [ Sejarah Asal Usul Nama Lombok | Cerita Rakyat Suku Sasak Lombok ]
Mereka kemudian mendirikan kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang. Kerajaan Lombok menjadi besar, berkembang dalam lima abad, hingga dikenal di seluruh Nusantara, sebagai pelabuhan yang dikunjungi oleh para pedagang dari Tuban, Gresik, Makasar, Banjarmasin, Ternate, Tidore, bahkan Malaka. Jika datang ke Lombok, orang Malaka membeli beras, tarum, dan kayu sepang.

Kerajaan Lombok kemudian dikalahkan oleh kerajaan Majapahit. Raja dan permaisurinya lari ke gunung dan mendirikan kerajaan baru Yang diberi nama Watuparang yang kemudian terkenal dengan nama kerajaan Selaparang.

Kapan nama Lomboq berubah menjadi Lombok, dan nama Sak-Sak berubah menjadi Sasak tidak diketahui secara pasti. Yang jelas sekarang pulaunya terkenal dengan nama Pulau Lombok dan suku bangsanya terkenal dengan nama suku Sasak. Nama Selaparang Sudah diabadikan menjadi nama sebuah jalan protokol dan nama lapangan terbang di Mataram, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Barat.
Read More

Senin, 15 September 2014

budaya asli lombok

Tidak ada komentar:
 Kebudayaan Lombok
gunadarma.ac.id

Pulau Lombok


Pulau Lombok adalah pulau terbesr di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dihuni sekitar 3.000.000 jiwa. Pulau ini pun d bagi menjadi 4 bagian, yaitu:
1. Kabupaten Lombok Barat
2. Kabupaten Lombok Timur
3. Kabupaten Lombok Tengah
4. Kabupaten Lombok Utara
Suku asli di pulau Lombok adalah suku Sasak. Suku asli ini yang masih mendiami pulau Lombok sebesar 85% dan sisanya berasal dari Bali, Jawa, Bugis, Banjar, Melayu Cina dan Arab. Mata pencaharian masyarakatnya pun masih berdasarkan alam, seperti petani, peternak, penambang emas atau pasir dan nelayan. Banyak juga dari masyarakatnya harus bekerja menjadi tenaga kerja di negeri orang untuk dapat menghidupi keluarganya. Hal itu dikarenakan upah daerah tersebut masih sangat minim dan mayoritas upah yang diterima dari para pekerja disana tidak sesuai dengan pengorbanan yang mereka lakukan.
Kebudayaan yang ada di Lombok sangat banyak, seperti :

    Tarian Gandrung : adalah sebuah tari pertunjukan khas masyarakat suku Sasak, yang dilakukan oleh satu atau dua orang penari wanita yang diiringi seperangkat gamelan, puisi, dan nyanyian. Tari ini menunjukan pergaulan para muda mudi


    Tarian Oncer / Gendang Beleq : adalah tarian yang dilakukan 6-8 orang (kenceng), dua orang pembawa gendang disebut penari gendang dan satu orang pembawa petuk disebut penari petuk. Tarian ini menceritakan tentang peperangan, baik sejak awal keberangkatan hingga pulang. Sehingga tari ini biasanya dilakukan sebelum dan sesudah para pejuang ke peperangan. Alat music yang mengiringi tari ini adalah tetabuhan Gendang Beleq adalah ceng-ceng, suling, rincik, gong, reong, dan gendang kecil.


    Tradisi Peresean : tradisi dari pulau Lombok dimana para pemainnya saling menyerang dengan menggunakan tongkat rotan (penyalin) dan tameng dari kulit binatang (ende). Tradisi ini menggambarkan perjuangan para pejuang dalam melawan musuh ataupun mengganmbarkan seorang raja yang memperebutkan seorang putri. Dalam tradisi ini di perlengkap dengan pepadu (petarung), Sapuk(ikat kepala), Bebet(lilitan kain di pinggang),  Pekembar sedi( Asisten wasit). Tradisi ini juga diiringi music, alat music yang digunakan adalah gong, kendang, kajar (sejenis seruling) dan rincik. Peresean berjalan selama 5 ronde dan semua petarungnya adalah laki-laki agar dapat memperlihatkan kegagahan dan kekuatan mereka.


    Tradisi Perang Topat : tradisi ini sering sekali disebut sebagai tradisi penyatu antar umat beragama, karena yang mengikuti tradisi ini adalah umat beragama Islam dan Hindu. Tradisi ini sama-sama dilakukan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Tuhan atas semua yang telah diberikan. Tradisi ini dilakukan diawali dengan mengarak ketupat (alat untuk yang dilempar) ke “kemalik”. Lalu ketupat tersebut dilemparkan ke para peserta lain dan tradisi ini dilaksanakan selama 15 menit.


    Kerajinan Tenun Songket : songket yang berasal dari kata sungkit ini berarti mengkait atau mencungkil, maksudnya dala pembuatan kain singket ini mengait dan mengambil kain tenun yang lalu diselipkan benang emas. Songket ini biasa digunakan dalam upacara pernikahan. Motif dari tenun songket ini sendiri songket asal Lombok, khususnya Desa Sukarare, merupakan motif tradisional antara lain keker, yakni motif berupa ornamen berbentuk merak berhadap-hadapan sebagai simbol kebahagiaan, ornamen bergambar tokek yang merupakan simbol keberuntungan, motif pakerot yang berbentuk horizontal, motif trudak yang berwarna violet, motif dobel berate, motif nanas, dan motif subhanallah dalam tulisan Arab yang telah didistorsi.

    Senjata Tulup dan Keris : Tulup adalah senjata tradisional Suku Sasak yang biasa digunakan untuk berburu. Senjata yang terbuat dari kayu meranti lalu dilubangi, berpeluru  potongan-potongan seperti lidi dari pelepah pohon enau yang berbentuk seperti mata panah yang disebut ancar. Mata ancar biasanya diolesi racun dari getah pohon tatar agar bisa melumpuhkan hewan buruan. Sedangkan Keris dari Lombok hanya untuk pelengkap saat menggunakan pakaian adat.



    Bau nyale : upacara perburuan cacing laut untuk menyambut pasola . sesaat sebelum menyambut acara ini biasanya masyarakat sudah melakukan beberapa ritual, seperti memotong ayam dan membuat ketupat. Ritual ini dilakukan untuk melihat baik buruknya nasib orang yang akan mengikuti pasola. Jika pada ayam panggan tersebut masih terdapat darah dan ketupat berwarna merah atau kecoklatan, maka diyakini akan terjadi hal buruk yang menimpa keluarga tersebut. Para rato (petugas yag mengawasi bulan) mengawasi saat malam hari, ketika bulan purnama muncul maka perburuan siap dilakukan. 


    Nyongkolan : tradisi masyarakat Lombok untuk mengiri calon pengantin dengan menggunakan baju adat menuju tempat orang tua pengantin perempuan yang di temani oleh sanak sodara dan orang terdekat pasangan pengantin. Mereka diarak dengan berjalan kaki mengelili kampung yang menjadi tanda bahwa mereka telah menjadi pasangan suami istri.

    Begawe : acara syukuran atau pesta yang dilakukan warga sasak dalam merayakan pesta pernikahan, khitanan, maulid nabi, aqiqah dan lainnya. Biasanya warga dari desa yang sama atau desa tetangga dating dengan membawa beras atau hasil panen, lalu mereka pulang dengan membawa berket dari tempat yang melaksanakan begawe.

Read More

Jumat, 12 September 2014

keindahan kuta lombok

Tidak ada komentar:

Bukan Di BALI Saja Ada Kuta Di LOMBOK Juga Ada !!!!

Rasanya tidak pernah bosan jika wisatawan membahas soal pemandangan Lombok. Sebab sesekali habis mengungkap satu lokasi wisata, masih ada cukup banyak liburan lainnya yang menunggu untuk diperbincangkan. Tentu saja tak cukup jika Anda cuma membaca atau dibicarakan beraneka wisata tersebut. Seusai Anda benar-benar pergi ke objek liburan tersebut barulah Anda mampu kecanduan anugerah panorama alam yang berada di masing-masing tempat. Salah satu tempat wisata alam di lombok yang selalu menyenangkan untuk didatangi yaitu Pantai Kuta.

Pantai Kuta mempunyai latar belakang yang sama dengan beberapa pantai lain yang berada di Lombok, adalah pasir pantainya yang bentuknya butiran-butiran sebesar merica. Keunikan tersebut jarang sekali bisa Anda jumpai di pantai lainnya diluar Pulau Lombok. Butiran-butiran pasir yang relatif besar seumpamanya dibandingkan dengan butiran pasir biasa tersebut bakal menimbulkan sensasi yang beda ketika Anda menginjaknya.

Kekayaan panorama di Pantai Kuta juga lengkap dengan adanya perbukitan pasir putih yang berada di sekelilingnya. Bukit-bukit pasir tersebut seakan-akan membentuk pegunungan kecil yang mengapit Pantai Kuta. Perpaduan antara gradasi warna biru dan hijau dari air laut dengan perbukitan pasir itu membuat indahnya yang akan susah dilupakan serta membuat liburan wisatawan makin berarti.

Seumpamanya lelah atau penat sebab aktifitas sehari-hari yang banyak menyita waktu dan tenaga, maka wisatawan bisa santai di Pantai Kuta sambil memanfaatkan semilir angin yang segar. Bermain air yang bening juga segar juga dapat jadi aktifitas yang cukup efektif untuk mengusir rasa jenuh. Menyusuri pantai sambil mendiskusikan pijatan dari pasir merica dan sesekali tersapu ombak yang hingga menuju tepi pantai juga akan amat menggembirakan. Pikiran juga tubuh wisatawan akan terasa makin tenang serta terhindar dari stress karena beban pekerjaan atau masalah yang lain. Pada akhirnya Pantai Kuta melalui tidak langsung begitu juga bakal mencetak liburan wisatawan benar-benar bermanfaat dan bukan cuma menghabiskan waktu tamasya, tapi juga menjadikan tubuh dan pikiran wisatawan makin segar. Dikarenakan itu bakal makin seumpamanya Anda menyempatkan keadaan liburan untuk datang ke Pantai Kuta dengan teman atau keluarga.

yuuk mari wisata ke pantai kuta dengan menikmati keindahannya yang luar biasa












Read More